“Perang ala Gank” Kok menjadi Trend???


Gambar di atas adalah salah satu aksi kerusuhan yang dilakukan oleh ormas Islam di Indonesia

Laqad Kana Lakum fi Rasulillahi Uswatun Hasanah…

“Tiada suri tauladan yang patut kita teladani kecuali diri Rasulullah”. Hanya diri Rasulullah yang patut kita jadikan sebagai teladan”.

Kalau mendengar kata “perang”, kita akan menggambarkan terjadinya pembunuhan, pembantaian, kemarahan, penghinaan, kesengsaraan, kemiskinan, dan sebagainya, memang demikian keadaannya akan tetapi perang ini sebenarnya bukanlah sebuah pilihan. Namun Nabi Muhammad dalam mempertahankan kebenaran terpaksa menempuh jalan peperangan, di mana perang dalam Islam adalah bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang damai, bersahabat, toleransi, kasih sayang, dan sebgainya. Perang zaman Nabi adalah keterpaksaan sejarah dan perang yang dilkukan oleh Nabi adalah karena telah terjadi penganiayaan atas umat Islam. Sehingga umat Islam merasa terancam keselamatannya, dan sekali lagi ini bukan pilihan namun terpaksa.

Pada tahap permulaan, masyarakat telah merasakan berbagai kezaliman dari orang-orang kafir, tetapi orang-orang Islam pada masa itu diam bahkan menghindarkan diri dari keganasan orang kafir. Ini sungguh menduka-citakan. Kemudian ketika umat Islam telah mempunyai banyak pengikut dan orang-orang kafir terus menerus melakukan penganiayaan, maka Allah menurunkan ayat tentang diizinkannya melakukan peperangan. Sebagaimana Firman Allah:

Diizinkan berperang bagi orang-orang (Islam) yang diperangi (oleh golongan penceroboh) Karena sesungguhnya mereka itu telah dianiaya dan sesungguhnya Allah amat berkuasa untuk menolong mereka mencapai kemenangan. Yaitu mereka yang diusir dari kampung halamannya dengan tidak berdasar dengan alasan yang benar (mereka diusir) semata-mata karena berkata : “Tuhan kami ialah Allah.” (QS. Al-Hajj: 39-40)

Dari keterangan ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa diizinkannya peperangan adalah karena ada umat Islam benar-benar teraniaya, terzalimi dan bahkan mereka melakukan pengusiran kepada kaum Muslimin. Keadaan ini sungguh menyedihkan. Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah keadaan itu mesti diselesaikan dengan peperangan, sebagaimana kita maklumi bahwa melakukan peperangan bukan perkara yang ringan, sebaliknya, peperangan adalah perkara adalah perkara yang amat berat dan amat serius, memerlukan kerja keras dan kesungguhan, semangat tinggi, dan kemampuan financial yang besar.

Keadaan itu sungguh memilukan. Karena Islam memberi penghargaan yang tinggi kepada mereka yang bersedia jihad membela kebenaran Islam, sebab jihad adalah perjuangan yang mengorbankan segala-galanya bahkan mereka merasa bersedia mengrobankan nyawanya. Di dalam perang, yang terjadi adalah kedukaan, meskipun berada di pihak yang menang, tetapi jika direnungkan, dibalik kemenangan itu ada penderitaan yang amat dalam. Apalagi jika kalah, maka akan lebih memilukan.

Dalam sejarah, tercatat umat Islam terlibat dalam peperangan selama massa Nabi sebanyak 32 kali peperangan. Bayangkan betapa susahnya, sebab hamper selama dua tahun terjadi perang sebanyak tiga kali, dan setiap peperangan pasti memakan korban, setiap peperangan pasti menimbulkan dendam, setiap kali peperangan pasti mengeluarkan anggaran yang besar. Nabi Muhammad Saw. sungguh merasa dilematis, sebab dirinya, beliau adalah pejuang perdamaian, kemanusiaan, tetapi kali ini dihadapkan pada persoalan yang menuntut diselesaikan dengan cara perang. Karena tidak ada jalan lain, sebab jika umat Islam tidak melakukan perlawanan, maka otomatis orang-orang kafir Quraisy akan menghabisi Nabi Muhammad dan pengikutnya.

Nah marilah lihat pada apa yang terjadi di Indonesia, kondisi bagaimana umat Islam tidak diserang, umat Islam tak dianiaya, umat Islam tak diusir, sehingga mereka MENGAPA malah menyerang? Na’udzubillah… Sedang yang mereka serang itu adalah bukan kaum yang ganas, kuat, dan mayor. Perang macam apakah yang dilakukan oleh umat Islam Indonesia macam ormas Islam di Indonesia? Jawabannnya adalah “perang ala gang”. Ini adalah para muslim munafiq, sebab pada hakekatnya perang itu sangat bernilai apabila dilakukan di Negara Israel sana, di mana saudara Muslim sana jelas membutuhkan pertolongan, karena mereka diserang, diusir, dibombardir menggunakan senjata teknologi mutakhir. Namun apa kata para munafiq di Indonesia melihat keadaan seperti di Palestina, kan hanya mengecam, menari-nari di depan pemerintah dengan jubah putihnya, dan hingga sibuk membuat rusuh di Indonesia. Pertanyaan yang kemudia timbul lagi adalah : Mengapa masih tinggal di Indonesia? Mengapa tidak bergerak ke Palestina? Mengapa malah sibuk mengatakan Indonesia adalah pemerintahan kafir, Negara kafir? Sekali lagi saya berkata itulah golongan munafiq suka “perang ala gang”. Jika musti berjihad, berjihadlah karena Allah, berjihadlah dengan sebenar-benar jihad, berjihadlah seperti ketika keadaan Rasulullah.

Jika saya pribadi menilai bahwa hal yang terbaik untuk keadaan Indonesia sekarang ini mengenai problematika kekerasan yang mengatasnamakan agama adalah dengan dialog, mengasihi, tolong-menolong dengan iklhas, memberikan nasihat seperti apa yang telah dilakukan Rasulullah semasa dakwahnya(kecuali penyerangan yang dihadapkan terhadap dirinya), baik dengan siapapun, agama apapun, suku manapun, ras apun, Negara manapun, saya pastikan kemaslahatan dan keharmonisan akan mudah terwujud.

Mungkin hanya sekian yang saya torehkan garis-garis hitam yang membentuk tulisan ini, simak lagi tuslisan saya yang lainnya. Wassalamu’alaiykum…


Sumber : Klik...

2 Responses to ““Perang ala Gank” Kok menjadi Trend???”:

  1. Bahkan gerakan pendukung HAM pun tidak banyak yang bergerak untuk mencegah Israel, ada apa dengan dunia ini???

  2. Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kita perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu

Leave a comment